.jpg)
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kepadatan atau kerapatan adalah ukuran besarnya populasi dalam satuan ruang atau volume, yang pada umumnya ukuran besarnya populasi digambarkan dengan cacah individu, atau biomas populasi per satuan ruang atau volume. Dalam penentuan kepadatan populasi dapat dibedakan atas populasi kasar yaitu besarnya populasi per-satuan ruang keseluruhan, dengan kepadatan ekologis yaitu besarnya populasi per-satuan ruang habitat yang dapat ditempati oleh populasi bersangkutan. Dalam menentukan kepadatan populasi dalam skala ruang yang relatif sempit maka kita dapat melakukan perhitungan cacah individu atau biomas secara menyeluruh, namun pada ruang yang relative luas kita dihadapkan pada keterbatasan.
Untuk mengenal satu populasi maka kepadatan biasanya merupakan sifat pertama yang perlu mendapat perhatian. Pengaruh yang diberikan oleh satu populasi dalam satu komunitas atau ekosistem bukan hanya bergantung kepada jenis organisme tetapi juga kepada banyaknya individu atau kepadatan populasi itu. Ada beberapa metode untuk mengukur kepadatan populasi antara lain dapat disebutkan :
Menghitung jumlah (total counts), biasanya dipergunakan untuk mengukur populasi organisme besar dan nyata, atau yang berkumpul dalam koloni-koloni.
Metode sampel kuadrat (kuadrat sampling method), menghitung atau menimbang organisme dalam petak-petak persegi atau petak-petak melintang dengan luas dan banyaknya yang sesuai untuk mendapat taksiran kepadatan populasi daerah yang bersangkutan.
Metode memberi tanda tangkap kembali sesuai untuk bintang-bintang yang bergerak cepat seperti serangga yang terbang. Dalam hal ini satu sampel populasi ditangkap di beri tanda lalu dilepaskan. Kemudian setelah individu yang diberi tanda sudah bercampur kembali dalam populasi bersangkutan kembali
Kerapatan atau rapat biasanya merujuk pada ukuran seberaba banyak suatu entitas berada dalam suatu jumlah yang tetap dalam suatu ruang (biasanya dalam ruang tiga dimensi).
o Kelas Kerapatan Kerimbunan
5 Rapat sekali (dominan): tumbuhan sangat banyak dan selalu terlihat disekeliling plot. Menutupi 100% - 76% luas plot
4 Rapat (kodominan): terdapat dua atau lebih spesies yang dominan. Menutupi 75% - 51% luas plot
3 Agak jarang: tumbuhan masih terlihat dari tengah plot. Menutupi 50% - 26% luas plot
2 Sedikit: dapat dicrai sambil berjalan tanpa mengganggu tumbuhan lain. Menutupi 25% - 0,5% luas plot
1 Sangat jarang: hanya dapat ditemukan dengan jalan mencari diantara tumbuhan lain.
B. Tujuan Penelitian
Tujuan dari praktikum ini adalah:
1. Mengetahui derajat kesuburan dari suatu jenis terhadap perkembangannya.
2. Mengetahui ritmis di dalam suatu kehidupan tumbuhan dari musim.
3. Untuk mengetahui jenis tumbuhan yang mendominasi atau menutupi dalam sebuah vegetasi
BAB II
PROSEDUR KERJA
A. Alat dan Bahan
Alat dan bahan praktikum ini, adalah:
1. Alat tulis
2. Penggaris
3. Meteran
4. Tali raffia
5. patok
B. Cara Kerja
Tentukan tempat yang akan dibuat plot
Ukur tempat seluas 1 meter X 1 meter
Buat batas pada ukuran tersebut dengan menggunakan patok menggunakan tali rafia
Kemudian,hitung jumlah rumput yang terdapat dalam satu plot
Hitung jumlah spesies dalam setiap jenis.
DATA PENGAMATAN
Plot 1
no Jenis Jumlah Spesies % penutupan
1 1 4 20 %
2 2 35 40 %
3 3 1 5 %
4 4 5 25 %
5 5 1 5 %
6 6 3 10 %
7 7 3 10 %
8 8 4 20 %
9 9 2 7 %
10 10 7 25 %
Plot 2
no Jenis Jumlah Spesies % penutupan
1 1 4 20 %
2 2 15 35 %
3 3 20 40 %
4 4 2 7 %
5 5 2 7 %
Plot 3
no Jenis Jumlah Spesies % penutupan
1 1 1 5 %
2 2 2 7 %
3 3 15 35 %
4 4 2 7 %
5 5 6 23 %
6 6 5 25 %
Plot 4
no jenis Jumlah spesies % penutupan
1 1 4 20 %
2 2 1 5 %
3 3 15 35 %
4 4 2 7 %
5 5 2 7 %
6 6 10 30 %
7 7 2 7 %
8 8 5 23 %
9 9 2 7 %
10 10 2 7 %
11 11 1 5 %
Plot 5
no Jenis Jumlah Spesies % penutupan
1 1 6 24 %
2 2 15 35 %
3 3 3 10 %
4 4 2 7 %
5 5 1 5 %
6 6 1 5 %
7 7 5 23 %
8 8 1 5 %
9 9 4 20 %
10 10 15 15 %
Kerapatan relative
Rumus = X 100 %
Spesies 1 = X 100 %
= X 100 %
= 86,3 %
Spesies II = X 100 %
= X 100 %
= 30,90 %
Spesies III = X 100 %
= X 100 %
= 24,54 %
Spesies IV = X 100 %
= X 100 %
= 5,90 %
Spesies V = X 100 %
= X 100 %
= 5 %
Kerimbunan relative :
Rumus = X 100 %
Spesies I = X 100 %
= X 100 %
= 16,7 %
Spesies II = X 100 %
= X 100 %
= 22,9 %
Spesies III = X 100 %
= X 100 %
= 23,5 %
Spesies IV = X 100 %
= X 100 %
= 9,9 %
Spesies V = X 100 %
= X 100 %
= 8,8 %
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan dari praktikum ini adalah:
1. Pada pengamatan tumbuhan yang paling banyak ditemukan adalah tumbuhan pada plot ke empat
2. Pada pengamatan perioditas, semua jenis pohon yang ditemukan tidak lengkap .
3. Pohon yang banyak ditemukan adalah rumput teki.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar, 1995, BiologiLingkungan. Ganexa exact. Bandung.
Guritno, 1995. Analisa Pertumbuhan Tanaman. Rajawali Press. Jakarta
Harun, 1993. Ekologi Tumbuhan. Bina Pustaka. Jakarta.
Rahardjanto Abdul Kadir,2005. Buku Petunjuk Pratikum Ekologi Tumbuhan. UMM Press. Malang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar